Selasa, 11 November 2014

Hujan di Balik Jendela

Aku suka hujan, dia menyejukkan. Dia membawa kehidupan di dunia, tapi hujan juga membawa dingin. Menjadikan jendela kaca berembun. Semakin menjelaskan makna kesendirian. Sendiri di balik jendela kamar, menikmati hujan. Menuliskan nama di balik jendela kamar yang berembun.

Aku suka hujan, karena dia membawa kesejukan. Melunakkan tanah yang kering karena kemarau panjang. Tanah yang berhamburan diterpa angin, menjadi debu, rapuh. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyatukannya menjadi tanah. Tapi hujan, tiap tetesnya manyatukan. Merekatkan debu-debu yang berhamburan diterpa angin. Hujan membuat tanah yang kering menjadi dapat ditanami bunga-bunga yang cantik. Di balik jendela kamar aku melihat kelopak bunga membelai tetes-tetes hujan, serasi.

Aku suka hujan, dia menenangkan. Andai saat ini aku dapat menikmati hujan bersamamu. Seseorang yang menjadi rahasia Allah, yang akan datang seperti hujan, rahasia. Seseorang yang akan datang di waktu yang tepat. Menenangkan hati yang sendiri. Di balik jendela kamar aku menjadi tak sendiri, berdua kita dapat menikmati hujan. Menuliskan nama di jendela kamar yang berembun, bahagia.

#Ra

3 komentar:

  1. engga...
    namanya penulis, ya buatnya ekspresif tapi tak berarti itu menggambarkan dirinya

    BalasHapus
  2. imam tuh fotonya yang galau....
    haha :p

    BalasHapus