Senin, 06 Juli 2015

Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang
yang entah siapa dan dimana saat ini

#TC

Dia menyiksa ku dengan jarak, tapi dia hujani aku dengan rindu. Yuk kita lipat jarak kita dengan doa? *eh | Jarak (0.0) | Cieeeee….. jarak… ^_^

Minggu, 05 Juli 2015

Menjarak

Ya, pada akhirnya kita sama-sama menjarak. Aku menjarak karena tidak ingin mengganggu mu dengan perasaan ku yang entah bagaimana. Sedang kamu, menjarak entah karena apa?

Memang harusnya demikian. Kita menjarak untuk menjaga hati kita masing-masing. Menjarak karena kehadiran kita saling memberikan ujian.

Maafakan aku dengan perasaan ku. Sudahlah, aku tidak mau melanjutkannya. Aku bukan tak mau, tapi karena sepertinya kamu merasa terganggu.

Hanya sebuah interpretasi dan setiap kita memiliki hak untuk menginterpretasikannya masing-masing. Dan itu adalah interpretasi ku terhadap mu. Kamu juga pasti punya interpretasi sendiri kan?

Maaf.. Mungkin Allah akan cemburu dengan interpretasi ku. Maka, cukup sekian kata-kata yang bisa aku rangkai malam ini.

Terima kasih karena telah menjaga diri..

Rabu, 01 Juli 2015

Terserah kamu saja, kamu yang akan jalani. Bertanggung jawablah dengan pilihan sikap mu.
Udah gitu aja....

Selasa, 30 Juni 2015


Apa malam ini kamu kembali terjaga?
Aku, malam ini kembali terjaga. Bukan karena aku tak kantuk. Tapi, mungkin karena dingin yang menusuk tulang.
Padahal hati sudah ku selimuti malam ini. Mungkin, bukan sebab dingin yang menusuk tulang. Tapi karena rindu yang membayang.
Hey, apa pesan-pesan rindu ku mencapai mu?
Mungkin lebih baik seperti ini. Aku nikmati malam-malam ku dengan menulis surat tak beralamat. Karena aku seorang penulis; karena, untuk saat ini hanya menulis yang bisa ku lakukan. Dan bait-bait doa yang tak lalai ku panjatkan ke langit.
Sudah lewat malam. Apa kamu masih terjaga?